pagi itu aku dapat panggilan untuk menyervice komputer di
salah satu rumah sakit pemerintah terbesar di semarang. setelah pekerjaanku
selesai aku istirahat sebentar dlm ruangan tersebut sambil minum yg telah
disediakan sekertaris bagian di rumah sakit tersebut.
kemudian datanglah dua orang dokter masuk dlm ruangan tsb & kemudian
terlibat diskusi yg sangat serius. tadinya aku tdk terlalu menggubris
perbincangan mereka tetapi lama kelamaan aku jadi penasaran yg di bicarakan
kedua dokter tersebut.
sekilas yg aku dengar kelihatannya yg di diskusikan tentang masalah
BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan). mereka ternyata sedang membicarakan
masalah besaran potongan administrasi seorang dokter bedah pada setiap operasi
pasien. mereka ternyata mempermasalahkan kemana uang potongan administrasi
tersebut karena tdk tertulis rincian yg tertulis pada laporan kegiatan operasi.
saking penasarannya sampai gak kuat aku tahan akhirnya aku
beranikan diri untuk bertanya
aku : maaf dok sebelumnya...!!!
apakah
yg di bicarakan dokter tadi masalah BPJS?
dokter A :
oh....ya mas!!!! masnya yang nyervice komputer itu ya?
aku :
iya dok...!! maaf lho saya tanya spt itu, karena saya gak mudeng masalah bpjs.
dokter B :
BPJS itu jaminan kesehatan bagi warga indonesia yg tdk mampu mas..!!
aku :
fungsinya apa dok ?
dokter A : fungsinya jika ada rakyat yg miskin
tdk mampu untuk berobat maka BPJS itu sbg penolong dari pemerintah untuk rakyat
tsb. istilahnya dari rakyat untuk rakyat.
Aku : tadi yg di diskusikan dokter
tadi apa?
dokter A : itu lho mas masalah honor
dokter jk selesai operasi pasien.
dokter B :
(sambil berbisik) itu lho mas mafia tukang sunat honor dokter & markup
biaya operasi BPJS
aku :
masalahnya apa dok kok sampai tega2nya menyunat & markup BPJS? masalahnya
jujur saja dok...saya itu masih kecewa dgn dokter yg tarifnya selangit, gak
peduli si pasien tsb harus utang sana- sini buat bayar biaya dokter tersebut.
dokter
A : masalahnya adalah
serakah mas, mumpung ada celah buat korupsi
dokter B :
tidak semua dokter spt itu mas. kalo yg spt mas ceritakan tadi adl dokter yg
sdh melanggar sumpah dokter.
dokterA :
dalam masalah BPJS ini yg di rugikan adalah pasien & dokter.
aku :
kok bisa dok?
dokter A :
setiap pasien BPJS itu limit biayanya maksimal 6 juta mas. bayaran untuk
seorang dokter bedah tiap pasien itu
1,5 juta mas..
dokter B :
kalau melebihi batas maksimal tsb pasien akan dikenakan biaya non BPJS,
aku :
maslahnya dimana dok?
dokter B :
contohnya mas...ada operasi usus buntu. biasanya rinciannya gini mas!!!
sewa ruang operasi 750 rb, alat operasi
1jt. obat 1jt, perawat 500rb, ongkos dokter 1,5 jt.
total 4,75
juta mas.
tapi saya
harus menandatangani arsip & laporan operasi dgn total biaya 6jt.
terus uang
yg 1,25 jt itu larinya kemana mas?
dokter A :
terus parahnya mas... ongkos dokter yg 1,5jt tsb kena potongan administrasi 100rb. kemudian kena pajak 10%.
jadinya 1.26 jt mas. saya dalam sehari bisa operasi pasien sampai 10 kali
mas....
bayangkan kalau dikali sepuluh berapa
potongan saya mas…? Apalagi markup biaya operasi per pasien. Belum lagi total
dokter bedah di sini ada 27 orang. Bayangkan mas duit yg mereka korupsi?
Dokter B : saya tanyakan alasannya mas,
jawabnya? Itu semua untuk menutupi kerugian operasi pasien yg melebihi limit
pembiayan BPJS
Dokter A : saya jujur saja mas…lebih suka
menangani pasien BPJS daripada pasien VIP, karena saya pegang teguh sumpah dokter saya mas….!!!
Aku :
kenapa kok tidak di urus sampai tingkat pusat dok?
Dokter A : tugas dokter itu mengobati
pasien mas bukan ngurusi administrasi. Kalau memang benar semua itu mereka
korupsi biar mereka yg menanggungnya.
Dokter B : saya tidak pernah terlalu
memikirkan sesuatu yg pasti akan saya
tinggalkan, saya akan focus & berusaha mengejar apa yg besok saya bawa
pulang.” Wong nandur kuwi bakal ngunduh upakarti” ( orang itu akan menuai apa
yg dia lakukan di dunia ini) walau perlu keadilan di tegakkan tapi biar orang
lain yg melakukannya. Saya akan berusaha menolong, mengobati , merawat &
menyembuhkan pasien saya.
Saya : semoga dokter
mendapatkan surga yg selama ini di impikan, sama spt petuah dari orang bijak
dok..” seorang dokter itu ibaratnya sebelah kakinya sudah masuk di surga,
sedangkan kaki yg satunya tinggal keputusan yg dia buat”
Saya : terima kasih atas
penjelasannya dok, maaf atas persepsi buruk saya tentang profesi dokter.
Saya :
saya pamit dulu dok?
Dokter A & B :
sama sama mas….!!! Terimakasih sudah mendengarkan curhat seorang dokter
Kemudian aku keluar ruangan tsb. Dlm perjalanan
pulang ku renungkan bahwa untuk menjadi dokter itu butuh biaya besar, maklum jk
ongkos dokter itu mahal. Tapi tdk semua dokter spt itu. Baru pertama kali aku
ketemu dokter berhati malaikat. Semoga beradasarkan kisah nyata ini akan
bermunculan dokter2 spt itu
Amin…………………..

No comments:
Post a Comment